13 Mei 2013


Kebenaran Dua Laut yang Tidak Pernah Bercampur
Surat Ar-Rahman 19-20:


Beberapa hari yang lalu saya baru saja usai menuntaskan mengaji Surat Ar-Rahman. Setiap selesai shalat Maghrib saya punya kebiasaan mengaji Al-Quran. Surat Ar-Rahman adalah surat yang “ajaib” menurut saya, karena di dalamnya Tuhan berulangkali menjelaskan “Maka, nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan?”. Saya ingin mengulas posting tentang surat ini pada lain waktu, insya Allah.

Tadi pagi saya menerima kiriman foto dari rekan dosen ITB melalui milis. Ini foto yang mengagumkan, sebab foto ini membuktikan kebenaran Surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang berbunyi:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Inilah foto tersebut, yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya.

Subhanallah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yang tidak bercampur itu benar-benar ada. Saya sudah sering membaca ayat tersebut, tapi masih belum tahu di mana gerangan air laut yang tidak pernah bercampur itu. Ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol 

Dari hasil googling saya di internet, saya menemukan penjelasan ilmiah tentang laut tersebut. Berikut hasil kutipan saya saya dari berbagai sumber di internet:

Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Lalu apakah air ini akan bercampur dengan air di Samudera Atlantik?

TIDAK!. Lho?? Ternyata ketika air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

Saya terkagum-kagum dengan fenomena alam ciptaan Allah SWT. Al-Quran sudah menyebutkan fenomena ini 15 abad yang lalu, dan ilmu pengetahuan modern mengungkapkannya pada abad 20.

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Maha benar Allah Yang Maha Agung.

26 Des 2011

10 TANTANGAN ABAD 21

10 TANTANGAN ABAD 21
1. SPEED / KECEPATAN
2. CONVENIENCE (KENYAMANAN)
3. QUALITY CONTROL (JAMINAN MUTU)
4. TECHNOLOGY (TEKNOLOGI SEBAGAI ANDALAN)
5. AGE WAVE (GELOMBANG GENERASI)
6. COUSTONER SERVICE ?PELAYANAN PELANGGAN
7. CHOISE (PILIHAN)
8. VALUE ADDED/ TAMBAHAN NILAI
9. DISCOUNTING / COPETISI HARGA
10. LIFE STYLE / RAGAM GAYA HIDUP




7 Okt 2011

MODEL PENDIDIK PROFESIONAL

PENDIDIK PROFESIONAL


Foundation Skills
1. Kemampuan Komunikasi
2. Kemampuan teknologi
3. Kemampuan Evaluasi
4. Kemampuan elaborasi

Realitas:
- Dunia semakin Mengglobal (Small world with high complexity modernity
- Terjadi ledakan pertumbuhan di bidang informasi dan komunikasi
- Banyak pekerjaan-pekerjaan lama hilang di gantikan oleh profesi  baru
-Perbedaan pendapatan antara highly skilled labour and low skilled labours semakin lama semaki tajam

10 Tantangan Abad 21 for teacher
1. speed/ kecepatan
2. convenience (kenyamanan)
3. quality control (jaminan mutu)
4. Technologi (teknolohi sebagai andalan)
5. Age wave / gelombang generasi
6. coustomer servive/ pelayanan pelanggan
7. choise/ pilihan
8. value added/ tambahan nilai
9. disounting/ kompetisi harga
10. life style/ ragam gaya hidup

Apa yang menyebabkan baca koran dan baca buku pelajaran... lebih cepat baca koran masuk ke otak meskipun sekali baca....dan kora tersebut dibuang..
meansheet otak lebih cenderung lebih cepat membaca koran, karena di otak sudah di desain, merencanakan bahwa keingintahuan untuk isi dalam koran tersebut.di banding membaca buku pelajaran belum ada deain di otak untuk memahami isi.

Pedagogi
Pendidik yang efektif selalu meningkatkan pembelajaran untuk mencapai prestasi siswa sesuai dengan harapan standarad yang ditentukan

Pembelajaran menekankan pada pembelajaran aktif

19 Agt 2011

konsep dasar penelitian pendidikan

Konsep Dasar Penelitian Pendidikan

A. Hakikat Penelitian
Rasa ingin tahu merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia.  Sifat tersebut akan mendorong manusia bertanya untuk mendapatkan pengetahuan. Setiap manusia yang berakal sehat sudah pasti memiliki pengetahuan, baik berupa fakta, konsep, prinsip, maupun prosedur tentang suatu obyek. Pengetahuan dapat dimiliki berkat adanya pengalaman atau melalui interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Secara universal, terdapat tiga jenis pengetahuan yang selama ini mendasari kehidupan manusia yaitu: (1) logika yang dapat membedakan antara benar dan salah; (2) etika yang dapat membedakan antara baik dan buruk; serta (3) estetika yang dapat membedakan antara indah dan jelek. Kepekaan indra yang dimiliki, merupakan modal dasar dalam memperoleh pengetahuan tersebut.

Salah satu wujud pengetahuan yang dimiliki manusia adalah pengetahuan ilmiah yang lazim dikatakan sebagai “ilmu”. Ilmu adalah bagian pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan dapat dikatakan ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang didasari oleh dua teori kebenaran yaitu koherensi dan korespondensi. Koherensi menyatakan bahwa sesuatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan logis atau berpikir secara rasional. Korespondensi menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan empirik atau bertolak dari fakta. Dengan demikian, kebenaran ilmu harus dapat dideskripsikan secara rasional dan dibuktikan secara empirik.
Koherensi dan korespondensi mendasari bagaimana ilmu diperoleh telah melahirkan cara mendapatkan kebenaran ilmiah. Proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran harus dilandasai oleh cara berpikir yang rasional berdasarkan logika dan berpikir empiris berdasarkan fakta. Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian. Banyak definisi tentang penelitian tergantung sudut pandang masing-masing. Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu.
Pengertian tersebut di atas menyiratkan bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana, 2001). Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika/penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta/ realita.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangka dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan  fakta).
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:
  1. Merumuskan masalah; mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
  2. Mengajukan hipotesis; mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
  3. Verifikasi data; mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data,  dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
  4. Menarik kesimpulan; menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode ilmiah.
Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, penelitian harus mengandung unsur keilmuan dalam aktivitasnya. Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakeristik keilmuan yaitu:
  1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
  2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.
  3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Penelitian dikatakan tidak ilmiah jika tidak menggunakan penalaran logis, tetapi menggunakan prinsip kebetulan, coba-coba, spekulasi. Cara-cara seperti ini tidak tepat digunakan untuk pengembangan suatu profesi ataupun keilmuan tertentu. Suatu penelitian dikatakan baik (dalam arti ilmiah) jika mengikuti cara-cara yang telah ditentukan serta dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan.
Dalam keseharian sering ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat dalam memaknai penelitian antara lain:
  1. Penelitian bukan sekedar kegiatan mengumpulkan data atau informasi. Misalnya, seorang kepala sekolah bermaksud mengadakan penelitian tentang latar belakang pendidikan orang tua siswa di sekolahnya. Kepala sekolah tersebut belum dapat dikatakan melakukan penelitian tetapi hanya sekedar mengumpulkan data atau informasi saja. Pengumpulan data hanya merupakan salah satu bagian kegiatan dari rangkaian proses penelitian. Langkah berikutnya yang harus dilakukan kepala sekolah agar kegiatan tersebut menjadi penelitian adalah menganalisis data. Data yang telah diperolehnya dapat digunakan misalnya untuk meneliti pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
  2. Penelitian bukan hanya sekedar memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain. Misalnya seorang pengawas telah berhasil mengumpulkan banyak data/infromasi tentang implementasi MBS di sekolah binaanya dan menyusunnya dalam sebuah laporan. Kegiatan yang dilakukan pengawas tersebut bukanlah suatu penelitian. Laporan yang dihasilkannya juga bukan laporan penelitian. Kegiatan dimaksud akan menjadi suatu penelitian ketika pengawas yang bersangkutan melakukan analisis data lebih lanjut sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Misalnya: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi MBS; atau (2) faktor-faktor penghambat implementasi MBS serta upaya mengatasinya.

17 Agt 2011

Penelitian Evaluatif





Proposal Penelitian Evaluatif


Seperti halnya penelitian-penelitian yang lain, sebagai langkah awal untuk melakukan penelitian evaluatif, terlebih dahulu peneliti harus menyusun proposal. Perbedaan yang akan mendasari proposal penelitian evaluatif dengan penelitian yang lain adalah sebagi berikut:
1. Jika penelitian yang lain bermula dan adanya masalah yang dirasakan oleh peneliti untuk dicari solusinya melalui data yang dikumpulkan lewat penelitian, untuk penelitian evaluatif, peneliti sudah mengetahui arahnya, yaitu ingin mengetahui bagaimana keterlaksanaan program yang sudah dirancang sebelumnya.
2. Jika rumusan masalah penelitian lain/ non evaluatif menanyakan tentang bagaimana atau seberapa tinggi kondisi variabel-variabel yang diteliti, penelitian evaluatif membuat pertanyaan tentang bagaimana keterlaksanaan program, sekaligus bagaimana kinerja atau peran masing-masing faktor dalam mendukung keterlaksanaan program.
3. Jika pijakan penelitian yang lain adalah keingintahuan kondisi setiap variabel yang diteliti, peneliti yang melakukan penelitian evaluatif ingin tahu sejauh mana atau seberapa tinggi keefektifan setiap faktor, unsur, atau komponen dalam mendukung pelaksanaan program untuk mencapai tujuan program.
4. Jika penelitian lain setelah latar belakang masalah langsung membuat rumusan masalah, peneliti yang melakukan penelitian evaluatif harus menyebutkan dahulu tujuan program, karena tujuan itulah yang menjadi sasaran akan dilihat seberapa tinggi tingkat pencapaiannya.
5. Jika pada penelitian lain peneliti menuliskan tujuan penelitian sejalan dengan rumusan masalah langsung rumusan tujuannya, dalam penelitian evaluatif peneliti harus menyebutkan dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus karena ingin mengetahui letak dan keberhasilan dan ketidakberhasilan pencapaian tujuan secara lebih rinci. Rincian tujuan khusus didasarkan pada komponen, sub komponen dan indikatornya, yang sudah dituntun oleh tujuan program, tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan dalam program.
Ada sementara ahli yang mengatakan, mungkin untuk penelitian kualitatif lebih mengutamakan tujuan dahulu baru dan harapan yang disebut dengan tujuan itu, baik tujuan umum atau tujuan khusus, dijadikan patokan untuk menentukan rumusan masalah. Dengan kata lain, jika dalam penelitian lain peneliti membuat rumusan masalah dahulu baru tujuan penelitian. Dalam penelitian evaluatif, peneliti boleh menuliskan tujuan penelitian dahulu yang mengacu pada tujuan program, baru membuat rumusan masalah.

A. Garis Besar Isi Proposal Penelitian Evaluatif
Secara umum proposal penelitian evaluatif dapat dikemas dalam sistematika penulisan sebagai berikut:
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Program
C. Tujuan Penelitian
D. Rumusan masalah

E. Manfaat Hasil Penelitian

II KAJIAN PUSTAKA

III METODE PENELITIAN

JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

ANGARAN BIAYA PENELITIAN


B. Penjelasan Unsur-unsur Proposal Penelitian Evaluatif

I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam bagian ini peneliti menjelaskan harapan idel yang ingin dicapai oleh suatu program yang akan dievaluasi sebagaimana tertera dalam Pedoman program tersebut. Selanjtnya menjelaskan perlu adanya penelitian untuk mengetahui bagaimana keterlaksanaan program seperti yang tertera dalam pedoman program. Jika ternyata tingkat ketercapaianyan belum sesuai harapan, perlu diteliti kesenjangan dan letak penyebab ketidaktercapaian tersebut.
B. Tujuan Program
Dalam bagian ini peneliti mengutip pedoman program yang akan dievaluasi, yaitu tujuan program yang ideal. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai apabila semua komponen pendukung yang merupakan faktor penentu pencapaian tujuan sudah bekerja secara efektif.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mencakup tujuan umum yaitu ingin mengetahui seberapa efektif suatu program sudah dilaksanakan. Tujuan khusus penelitian adalah ingin mengetahui seberapa tinggi kinerja masing-masing komponen sebagai faktor penting yang pendukung kelancaran proses dan pencapaian tujuan program. Untuk penelitian masing-masing komponen harus dirumuskan tujuan secara tersendiri.

D. Rumusan masalah
Dalam membuat rumusan masalah, peneliti perlu mencermati semua butir yang sudah dituliskan dalam identifikasi masalah, atau tujuan khusus penelitian. Rumusan masalah dibuat dalam kalimat pertanyaan, menanyakan apakah setiap tujuan khusus dapat dicapai, dan kalau tidak di mana letak hambatannya. berapa tinggi atau seberapa efektif apa yang tertera dalam tujuan khusus kemudian menentukan masalah-masalah inti faktor-faktor pokok yang bersumber dari setiap komponen yang akan dievaluasi.
E. Manfaat Hasil Penelitian
Peneliti menjelaskan harapan tentang manfaat dari hasil penelitian yang diperoleh setelah penelitian selesai. Hasil dan penelitian dapat diperkirakan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait seperti pelaksana program, pembuat program, serta sasasaran program yang dievaluasi. Jika hasil penelitian menunjukkan gambaran yang baik, maka informasi tentang keberhasilan tersebut dapat dipublikasikan agar dapat dijadikan masukan juga oleh pelaksana program sejenis.

II. KAJIAN PUSTAKA
Dalam bagian kajian pustaka ini mau tidak mau peneliti harus mengacu pada pedoman atau acuan yang dikeluarkan oleh pembuat program. Selain itu peneliti harus mencari teori pendukung yang terkait dengan keberhasilan dan kegagalan program. Akan sangat baik jika peneliti dapat menemukan laporan hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan program yang sedang diteliti.

III. METODE PENELITIAN

Secara umum, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian evaluatif tidak berbeda dengan metode penelitian yang lain. Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah bahwa data yang dikumpulkan dalam penelitian evaluatif harus betul-betul handal dan dapat dipercaya kebenarannya. Oleh karena itu mau tidak mau penelitian harus menyebutkan bagaimana proses memperoleh data yang benar dan akurat.

16 Jun 2011

SEKOLAH SMP BANDUNG DAN SEKITAR

SEKOLAH SEKOLAH SEPUTAR WILAYAH BANDUNG DAN SEKITARNYA.
 DENGAN ALAMAT DAN PROFILNYA
tinggal klik

3. KABUPATEN BANDUNG BARAT
4. SUMEDANG
5. SUKABUMI
6. CIANJUR
7. GARUT
8. SUBANG
9. TASIK MALAYA
10. KARAWANG
11. BEKASI
12. BOGOR
13. CIAMIS
14. KUNINGAN
15. CIREBON
16. MAJALENGKA
17. BANJAR


 UNTUK SEKITARNYA MAAF MASIH DALAM PROSES

pendaftaran SD, SMP, SMA DAN SMK


pendaftaran SD, SMP, SMA DAN SMK
Sampai saat ini di Kota Bandung jumlah sekolah swasta lebih banyak dari sekolah negeri, terutama untuk tingkat SMP dan SMA/SMK. Untuk SMP negeri ada 52 sekolah, sedangkan swasta 190-an. Untuk SMA negeri 27 sekolah, sedangkan swasta 120-an, sedangkan SMK negeri 15 dan swasta 90 sekolah.
Untuk itulah, kata Dadang, Disdik Kota Bandung mengatur penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui beberapa jalur dan klaster agar tidak terjadi penumpukan di sekolah negeri. “Ada jalur akademis dan nonakademis, untuk pendaftaran dari SD ke SMP dan SMP ke SMA/SMK. Jalur nonakademis dibagi dua yaitu jalur prestasi dan tidak mampu. Untuk jalur nonakademis sekolah diwajibkan untuk mengalokasikan sepuluh persen dari daya tampung,” tutur Dadang saat Ngobrol Bareng tentang PPDB dengan tema ”Mantap Memilih Sekolah Lanjutan”, yang diselenggarakan Harian Umum Pikiran Rakyat bekerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation, Sabtu (14/5), di Gedung Komunitas PR, Jln. Asia Afrika, Kota Bandung.
Dadang memaparkan, jadwal pendaftaran untuk jalur nonakademis pada 13 sampai 18 juni, tesnya pada 21 dan 22 Juni, dan pengumumannya pada 23 Juni. Untuk jalur akademis pendaftaran dimulai pada 27 Juni sampai 2 Juli. Jadi, yang tidak lulus jalur nonakademis bisa mengikuti akademis. Pengumuman hasil jalur akademis SMA/SMK pada 4 Juli, sedangkan SMP 5 Juli.
“Seperti tahun sebelumnya, proses PPDB jalur akademis bisa diikuti di situs PPDB online. Jika sudah dinyatakan diterima, untuk jalur nonakademis daftar ulang dilaksanakan pada 24 dan 25 Juni, sedangkan jalur akademis 6 dan 7 Juli

KUTIPAN PIKIRAN RAKYAT

12 Jun 2011

Jadwal panduan kalender kegiatan muslim tahun 2011

Jadwal panduan kalender kegiatan muslim tahun 2011
Di bawah ini adalah daftar tanggal hijriah kunci untuk acara Islam utama, festival, dan perayaan.

Maulid Nabi

(12 Rabi'ul Awwal 1432 H) - 15 Februari 2011
Beberapa muslim percaya adalah tanggal ketika Nabi Muhammad saw. lahir. Banyak muslim juga merayakan kesempatan ini dengan mengingat hidup nabi terakhir dan ajarannya.

Isra 'Mi'raj

(27 Rajab 1432 H) - 29 Juni 2011
Ini adalah tanggal saat Nabi Muhammad saw. melakukan perjalanan malam ajaib, dari Mekah ke Yerusalem dan kemudian dilanjutkan dengan naik ke langit ketujuh untuk menerima perintah Allah's tentang shalat wajib sehari-hari. The Prohet islam disertai oleh malaikat Jibril dan menunggang Buraq.

Ramadan

(1-29 Ramadhan 1432 H) - 1 Agustus 2011 - 29 Agustus 2011
Ini adalah khusus bulan paling dalam tradisi Islam di mana umat Islam cepat untuk seluruh bulan. Muslim gunakan untuk melakukan ibadah lebih selama bulan ini untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

Idul Fitri

(1 Syawal 1432 H) - 30 Agustus 2011
Sebagai selesai Ramadan, saatnya untuk perayaan dan untuk memuliakan Allah. Ini adalah festival sukacita, di mana hadiah dipertukarkan, keluarga dan teman-teman berkumpul, dan Muslim saling memaafkan.

Idul Adha

(10 Dzulhijjah 1432 H) - 6 November 2011
Juga dikenal sebagai Eid dari Pengorbanan, ini menandai akhir haji (ziarah) dan memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim.

Tahun Baru Islam

(1 Muharram 1433 H) - 26 November 2011
Kalender Islam, tidak seperti Gregorian, adalah murni lunar. Ini didirikan selama kekhalifahan's masa pemerintahan Umar. Hal ini disebut Kalender Hijriah untuk memulai titik adalah saat Nabi Muhammad pergi untuk hijrah dari Mekah ke Madinah (Yatsrib). Lebih lanjut ...

Ash Shura

(9, 10 Muharram 1433 H) - 4, 5 Desember 2011
Ini adalah hari ketika muslim dianjurkan untuk berpuasa. Hal ini diyakini bahwa pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Nuh dari banjir besar, Musa dari Firaun, Abraham dari api, dan Yesus dari Romawi.
(Silakan periksa kalender lokal untuk tanggal yang sebenarnya dari peristiwa.)